Mei 5, 2019 oleh Admin

Peserta KKL 2019 dan Pihak Proyek Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta

 

Menjadi seorang engineer sipil yang bergelut di proyek konstruksi tentunya memerlukan mental bagi seorang mahasiswa agar tidak kaget ketika sudah terjun ke dunia kerja. Selain itu, mahasiswa juga memerlukan pengetahuan tentang bagaimana dunia lapangan kerja yang sesungguhnya. Karena banyaknya lapangan kerja yang membutuhkan tenaga kerja dengan berbagai keahlian dan terkadang mata kuliah yang diajarkan di dalam kelas terasa kurang cukup, maka untuk menyeimbangkan hal tersebut Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Kunjungan Lapangan (KKL) pada hari Sabtu (27/4/2019), yang mana merupakan wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan ilmu dan mengenal keadaan di suatu Lapangan Proyek dalam ilmu teknik sipil.

Pada KKL 2019 kali ini HMS FT UMY mengunjungi 2 tempat proyek di Surakarta yaitu Proyek Pembangunan Edutorium UMS dan Proyek Pembangunan Kereta Api Akses Bandara Adi Sumarmo.

 

Kunjungan pertama dilaksanakan ke Proyek Edutorium UMS dimana edutorium itu sendiri merupakan salah satu mega proyek yang diinisasi oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam memenuhi kebutuhan fasilitas Muktamar Muhammadiyah ke 48 yang akan dilaksanakan pada 1–5 Juli 2020. Proyek ini didesain memiliki kapasitas 7000 orang dengan luas area 5,4 hektar dan direncanakan selesai dalam jangka waktu 330 kalender dengan kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero).

Saat itu sedang berlangsung proses pemancangan, pengecoran pile cap dan persiapan pengecoran pelat lantai untuk kedalaman pancang 9 meter. M. Idris Sapardi sebagai manager dari QHSE menjelaskan bahwa realisasi pemancangan yang dilakukan tidak semua sama pada kedalaman 9 meter. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kontur (elevasi) tanah, sehingga memiliki kebutuhan berbeda untuk mencapai tanah keras yang direncanakan. Selain itu, perbedaan beban yang akan ditahan juga menjadi faktor penyebab perbedaan kedalaman pemancangan.

Pengenalan nama dan sistem kerja alat berat yang dioperasikan di proyek juga dilakukan. Pada pelaksanaannya, proses pemancangan menggunakan vibrator electric sehingga pada proses penetrasi tiang pancang tidak menimbulkan getaran yang berpotensi merusak struktural sekitar. Proses pengecoran dibutuhkan berbagai macam alat berat seperti Truk Molen, Vibrator Concrete, dan Concrete pump (pompa kodok).

Rencana Pembangunan Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta

 

Kunjungan kedua dilakukan ke Proyek Kereta Api Akses Bandara Adi Soemarmo yang merupakan proyek jalur kereta api Solo Balapan–Bandara Adi Soemarmo paket KABS–5 merupakan proyek yang dimiliki oleh Kementrian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Balai Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah dengan konsultan perencana yaitu PT Bina Index Consult dan Konsultan Supervisi dan MK yaitu PT Raya Konsult–PT Virama Karya (Persero). Proyek ini bernilai 163,58 M dengan rencana pelaksanaan terhitung mulai 7 Februari 2018–31 Juli 2019. Berdasarkan jenis pekerjaannya, proyek ini terbagi menjadi 3 Zona yaitu Zona 1 (Elevated T Girder dan I Girder KM. 9+080 s.d. KM 9+762 sepanjang 682 m), Zona 2 (Voided Slab KM. 8+625 s.d. KM. 8+640 sepanjang 15 m) dan Zona 3 (Slab on Pile KM. 8+500, KM. 8+640 s.d. KM. 8+730 dan KM. 8+745 s.d. KM. 9+080 sepanjang 550 m).

Kunjungan disambut baik oleh PT PP-IPP, KSO yang diwakili oleh Mohammad Yudhi Widyatmoko kontraktor utama dari PT PP-IPP, KSO sekaligus sebagai narasumber. Sebelum dilaksanakannya kunjungan ke lapangan, para peserta diberikan edukasi mengenai Safety Introduction. Edukasi ini meliputi APD (Alat Pelindung Diri), rompi, dan hal-hal yang perlu dilakukan saat terjadi keadaan darurat seperti bencana alam.

Dalam Proyek ini sedang dilakukan proses pembuatan jalan layang. Jalan layang ini menggunakan beton pracetak yang didapat dari pabrik milik PT Wijaya Karya dan PT PP. Beton yang sampai di lokasi belum sepenuhnya bisa dipakai. Beton masih harus melewati proses prategang terlebih dahulu. Banyaknya lubang tendon yang digunakan sebesar 5 (lima) lubang berjajar ke arah vertikal. Masing masing lubang, memiliki jumlah baja tulangan yang berbeda sesuai dengan desain.

Bukan hal yang mudah pada saat dilaksanakannya proses pemasukan baja tulangan ke dalam tendon. Proses ini masih menggunakan metode konvensional dengan tenaga manusia yaitu mendorong baja dari lubang ujung masuk hingga keluar yang panjangnya bisa mencapai 15-18 meter. Proses selanjutnya adalah pengikatan pada ujung keluar. Setelah itu, dilakukan penarikan dengan alat bernama Multijack dengan kapasitas penarikan hingga 336 Ton. Grouting dilakukan setelah penarikan baja tulangan yang dirasa sudah cukup dan sesuai dengan desain. Beton pracetak yang telah melalui proses prategang, selanjutnya dilakukan finishing touch berupa pengeleman bagian yang berlubang di sambungan. Beton pracetakpun siap untuk di pasang pada Girder yang telah disiapkan dengan menggunakan 2 (dua) buah alat pengangkut yang masing-masing memiliki kapasitas angkut sebesar 120 Ton.

Dengan diadakannya kuliah kunjungan lapangan kali ini, diharapkan partisipan dapat menyerap ilmu dari para narasumber dengan baik dan dapat diterapkan pada proyek-proyek selanjutnya.

Penyampaian Materi oleh PT PP IPP

Foto Bersama Peserta KKL dan PT PP IPP