Perluas Wawasan, Program Studi Teknik Sipil Adakan Seminar Nasional

Perluasan wawasan sangat penting bagi generasi muda penerus bangsa terkhuhus untuk para mahasiswa. Dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing suatu bangsa. Hal ini tertera dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi Pasal 45. Untuk menunjang hal tersebut, program studi teknik sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan seminar nasional dengan tema “Geoteknik untuk Infrastruktur” yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu (9/3) bertempat di Ruang Amphithearter KH Ibrahim Gedung E7-B Lantai 5 dengan partisipan mahasiswa teknik sipil dari seluruh Indonesia dan tamu undangan.

Seminar Nasional ini menghadirkan moderator dari dosen program studi teknik sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yaitu Prof. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.(Eng.) dengan narasumber Dr. Willis Diana, S.T., M.T. sebagai dosen teknik sipil UMY bidang geoteknik, Ir. Wahyu Kuswanda sebagai CEO PT. Teknindo Geosistem Unggu, Dandung Sri Harninto, S.T., M.T. sebagai CEO Geoforce Indonesia, dan Faruq Candra, S.T. sebagai Project Manager PT. VSL Jaya Indonesia sekaligus alumni teknik sipil UMY.

Ir. Wahyu Kuswanda memberikan materi mengenai perbaikan-perbaikan tanah sesuai dengan SNI yang berlaku. Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa apabila tanah lunak dengan daya dukung yang rendah, maka memerlukan adanya perbaikan pada pertanahannya.

Selain itu, Ir. Wahyu Kuswanda menjelaskan tentang “Perbaikan Tanah Metoda Vacuum Preloading Pembangunan Infrastuktur Transportasi di Indonesia” dengan materi yang dibawakan pendahuluan, metoda perbaikan tanah lunak, prinsip metoda vacuum preloading, perancangan vacuum preloading, pelaksanaan vacuum preloading, evaluasi kinerja vacuum preloading. Pada pendahuluan, beliau memaparkan tentang kondisi tanah dasar jalan pantura jawa, lokasi lapisan tanah lunak dan tanah gambut di Indonesia, serta kondisi geoteknik Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Pada perancangan vacuum preloading ia menjelaskan tantang interpretasi parameter tanah dasar, perancangan pembebanan, perancangan timbunan tanah, perancangan drainase vertikal, perancangan drainase horisontal, dan perancangan instrumen geoteknik.

Dandung Sri Harninto, S.T., M.T. mengatakan bahwa para mahasiswa tidak harus ber IPK tinggi, namun harus meningkatkan soft skill. Menurutnya, bagi seorang engineer harus bisa merubah “mengapa” menjadi “bagaimana” agar menjadi sebuah prestasi yang bias dibaggakan. Selain itu, ia juga memaparkan materi tentang “General Geotechnical Ground Improvement and Soil Reinforcement”