PEMBERDAYAAN KAKAO DI DUSUN TERONG II, DESA TERONG, DLINGO, BANTUL, YOGYAKARTA

Dikutip dari website Kementrian Pertanian Republik Indonesia pada tangal 3 Juli 2018 Representatif Organisasi Pangan dan Pertanian (Food Agriculture Organization/FAO) untuk Indonesia, Stephen Rudgard memberikan apresiasi atas kemajuan dan dan keberhasilan sektor pertanian di Indonesia yang turut membantu peningkatan dan volume ekspor yang disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke kantor pusat Kementan RI di Jakarta. Bersamaan dengan ini pula upaya peningkatan produksi kakao terus digalakkan karena tanaman yang memiliki nama latin Theobroma Cacao ini mampu meningkatkan tingkat produksi pertanian Indonesia yang setiap tahunnya mampu mencapai 400 sampai 700 kg perhektar pada suatu daerah. Upaya peningkatan produksi kakao ini terus ditingkatkan oleh pemerintah, seperti penanaman bibit kakao pada daerah – daerah yang berpotensi untuk membantu meningkatkan komuditi ekspor.

Peningkatan. komuditi kakao tersebut telah dilakukan di Bantul tepatnya di wilayah Dlingo yang awalnya merupakan program pemerintah bidang pertanian desa yang didukung pula dengan adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa UMY berupa penanaman beberapa bibit kakao pada akhir tahun 2016. Tanaman kakao yang cenderung memiliki masa pertumbuhan yang cukup lama dari bibit hingga menjadi pohon hingga berbuah dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun, dalam hal itu perlakuan yang diberikan terkait pengelolaan dan perawatan pada tanaman kakao ini pun cenderung harus diperhatikan untuk mendapat hasil kakao yang baik. Dengan demikian program KKN UMY ini turut mendukung program pemerintah dalam bidang pertanian.

KKN 55 UMY yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (Puji Harsanto ST., MT., Ph.D) mengusung tema tentang pemberdayaan dan pengolahan tanaman kakao di Dusun Terong II Dlingo Bantul serta didukung oleh lembaga BKPP dituangkan dalam acara Penyuluhan “Pemberdayaan Tanaman Kakao” yang bertempat di Balai Desa Terong pada 27 Januari 2019 yang melibatkan kelompok Tani Akur Dusun Terong II dan warga masyarakat, serta penyerahan 300 dari total 500 bibit kakao yang diberikan oleh BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Yogyakarta melalui KKN 55 UMY kepada warga masyarakat Dusun Terong II. Penyuluhan dan workshop ini dilaksanakan guna untuk meningkatkan ilmu tentang perawatan tanaman kakao kepada masyarakat khususnya dusun Terong II, dan memotivasi para petani untuk terus mengembangkan komoditi kakao yang memiliki potensi lebih. Workshop perawatan tanaman kakao disampaikan oleh Ikhwantara, AMD., dari Balai Penyuluhan Pertanian Kulon Progo.

“Kalau bisa kami diberitahu cara untuk perawatan kakao yang baik dan benar, ya kalau bisa juga sekalian demo di belakang rumah saya yang sudah ada pohon coklat/kakao nya” tutur Ibu Suradi, salah satu anggota Kelompok Tani Akur Dusun Terong II. Hal ini di realisasikan dengan demo perawatan dan pemangkasan batang pohon kakao dikebun kakao milik ibu Suradi setelah sesi penyuluhan.