Main symposium ketiga berlangsung pada hari Rabu, 31 Juli 2019 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, di Gedung K.H. Ibrahim E7. Acara dimulai pada pukul 08:00 WIB. Keynote speaker kali ini berasal dari perguruan tinggi Taiwan dan Indonesia, yaitu Prof. A.J.Li dari Taiwan Tech dan Prof. Agus Setyo Muntohar dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara dimoderatori oleh Martyana Dwi Cahyati, ST., M.Eng., yang merupakan salah satu dosen UMY dan sedang melanjutkan studi doktoral di NCU Taiwan. Prof. A.J.Li menyampaikan tema analisa stabilitas lereng. Permasalahan pada analisis stabilitas lereng adalah properties tanah dan statigrafi (pelapisan) tanah yang tidak homogen, dan sering kali menimbulkan kesulitan dalam pemodelan numeris stablitias lereng.  Penelitian prof. Li mengkombinasikan analisis stabilitas numeris menggunakan metode keseimbangan batas (limit equilibrium method), metode elemen hingga (finite elemen method) dan Artificial Neuron Network (ANN) untuk menentukan faktor-faktor yang dominan berpengaruh pada analisis stabilitas lereng dan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap faktor aman (factor of safety, SF) pada kestabilan lereng.

Keynote speaker kedua yaitu Prof. Agus Setyo Muntohar memaparkan tema Praktik nowcasting and forecasting landslide hazard di Indonesia. Menurut Prof. Agus, sebagian besar longsor yang terjadi di Indonesia dikarenakan intensitas hujan yang besar. Kondisi tanah pada suatu daerah juga turut menyumbang kemungkinan terjadinya longsor. LEWS (Landslide Early Warning System) yang dibangun berdasarkan  data base hujan, kondisi geologi tanah dan batuan yang ada di Indonesia, dan statistik kejadian longsor nantinya dapat digunakan untuk sistem monitoring, alarm, peringatan, meramalkan, dan kejadian saat ini (nowcasting) dan yang akan datang (forcasting). Analisa stabilitas lereng menggunakan data hujan, dan dari data hujan yang didapat, harus divalidasi terlebih dahulu sebelum dilakukan analisa lanjut. Pemodelan yang dilakukan memberikan hasil peramalan kemungkinan terjadinya longsor yang cukup akurat untuk seluruh wilayah Indonesia. Dengan sistim peringatan dini ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan potensi bencana terutama tanah longsor di wilayahnya, menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk langkah mitigasi, mempersiapkan kesiapsiagaan dan langkah mereduksi dan mengurangi dampak sebelum dan paska bencana.

Acara main symposium diakhiri dengan sesi foto bersama kemudian dilanjutkan dengan parallel session.