New Austrian Tunneling Method pada Terowongan Kereta Api notog

Sabtu, 13 Oktober 2018 Program Studi Teknik Sipil FT UMY bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) UMY mengadakan kuliah pakar Nasional pertama ditahun akademik Ganjil 2018/2019 yang bertempat di Ruang Sidang Gedung AR Fachruddin B Lantai 5. Tema yang diangkat kali ini yaitu sebuah teknologi  New Austrian Tunneling Method yang saat ini sedang di aplikasikan pada pekerjaan terowongan Notog.

Dengan  dimoderatori Bapak Emil Adly, S.T., M.Eng dan pemateri Bapak Eko Septiyanto, S.T sebagai Project Manager Terowongan Kereta Api Notog PT. Pembangunan Perumahan (PT.PP) berhasil menarik antusias mahasiswa dari segala angkatan, alumni dan tamu undangan dari universitas lain.

Bapak Eko Septiyanto sebelum masuk kemateri utama, banyak memberikan masukan dan motivasi di dunia kerja sebagai bekal kelak kepada mahasiswa.

Sebagai materi inti New Austrian Tunneling Method atau NATM yaitu suatu system pembuatan tunnel dengan menggunakan shotcrete (beton yang disemprot) dan rockbolt sebagai penyangga sementara tunnel sebelum di lining concrete yang memiliki gagasan utama menggunakan massa batuan di sekitarnya untuk menstabilkan terowongan itu sendiri. Penggunaan rock bolting dan shotcreting dalam pembuatan terowongan telah lama diperkenalkan. Metode penyangga dan perlindungan permukaan (support dan surface protection) tersebut di atas dianggap sebagai tindakan yang penting, khususnya pada batuan lunak dan tanah. Kelebihan metode ini dapat ditunjukkan dengan membandingkan mekanika batuan yang dilapisi dengan shocrete dengan batuan yang tidak dishotcrete. Kelebihan lain dari shotcrete adalah interaksinya dengan batuan sekeliling. Suatu lapisan shotcrete yang diberikan pada permukaan batuan yang baru saja digali akan membentuk permukaan keras dan dengan demikian batuan yang keras ditransformasikan menjadi suatu permukaan yang stabil dan keras. Oleh karena itu NATM sangat cocok digunakan di wilayah Indonesia. Diharapkan dengan adanya kuliah pakar yang dihadiri oleh kurang lebih 200 mahasiswa dapat menambah ilmu pengetahuan maupun wawasan dengan metode ini.

Bapak Eko Septiyanto, S.T yang sedang menyampaikan materi

Saat penyampaian materi tentang NATM

Pemberian Sertifikat kepada Bapak Eko Septiyanto, S.T