Pada hari Senin 31 Agustus 2017, Program Studi Teknik Sipil melaksanakan diskusi tentang Pemodelan Tanah Longsor dan Peringatan Dini. Diskusi kali ini menghadirkan pakar University of Twente, Belanda, yaitu Associate Professor Dr. CJ (CE ES) van Westen dari Department of Earth Science Analysis. Diskusi dihadiri oleh dosen-dosen dan mahasiswa-mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UMY, serta mahasiswa-mahasiswa pascasarjana dari Universitas Gadjah Mada. Diskusi yang terbuka untuk umum ini juga menyajikan hasil penelitian dari Prof. Agus Setyo Muntohar, Ph.D.(Eng), yang merupakan ahli di bidang pemodelan tanah longsor dan peringatan ini. Pada prinsipnya, pemodelan tanah longsor untuk peringatan dini adalah sangat rumit dan memerlukan penyelesaian model yang lebih maju. Kombinasi antara model hidrologi yang digabungkan dengan model geoteknik, geologi, dan spasial kenampakan bumi akan memberikan hasil yang lebih baik. Namun, disampaikan oleh van Westen bahwa model seperti ini memerlukan banyak data. University of Twente memberikan contoh model yang dikembangkannya yaitu Open LISM yang memerlukan rekaman data hujan dan DEM untuk menyelesaikan penghitungan model. Namun, sebaik apapun model yang dibuat masih memerlukan uji coba untuk menguji validitasnya di lapangan. Kajian yang dilakukan oleh UMY yang menggunakan pendekatan physical based model yang mengkombinasikan model infiltrasi satu dimensi persamaan Richard dan model stabilitas lereng tak-hingga, setidaknya mampu memberikan prediksi tanah longsorĀ  yang lebih mudah, seperti disampaikan oleh Prof. Agus Setyo Muntohar. Model ini juga dibandingkan dengan model lainnya seperti TRIGRS, Shaltab, dan Geo-Studio untuk menguji kehandalan model.

Pada satu sisi, prediksi tanah longsor dapat juga dilakukan dengan membuat ambang hujan (rainfaal threshold) berdasarkan historical landslides dan rainfall records. Model ini dibuat dengan pendekatan empirik dari analisis statistika dan probabilitas. Ambang hujan pemicu tanah longsor ini biasanya ditampilkan dalam hubungan intensitas hujan dan durasi hujan (I-D curve), atau hujan antseden dan durasi hujan (ED curve). Hasil kajian oleh UMY tentang rainfall threshold ini menarik menurut Dr. van Westen untuk dijadikan kerjasama penelitian antara UMY dan University of Twente.